Senin, 23 Oktober 2017

Makna Lain Cublak-Cublak Suweng

Halo kawan-kawan kembali lagi dengan saya salah satu admin di blog ini yang kemarin menulis masalah tembung garba, nah kali ini saya akan pakai bahasa Indonesia.


Kali ini saya akan membahas masalah sebuah lagu yang mungkin sudah tidak asing di telinga kita, ya seperti di judul saya akan menulis tentang makna lain dari lagu cublak-cublak suweng. Yang biasanya dipakai untuk permainan anak-anak.

"Cublak-cublak suweng, suwenge teng gulenter, mambu ketundhung gudel, pak empo lera-lere, sopo ngguyu ndheliake, sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong, sir-sir pong dele kopong"

Seperti itulah sekiranya lirik cublak-cublak suweng lalu apa yang saya maksud dari judul diatas? Mari kita kupas satu persatu.

Cublak Suweng: Tempat suweng
Suweng adalah anting perhiasan wanita jawa. Jadi cublak-cublak suweng, artinya ada tempat harta berharga, yaitu suweng (suwung, Sepi  Sejati) atau Harta Sejati.
Suwenge Teng Gulenter: Suweng berserakan. Harta Sejati itu berupa kebahagiaan sejati sebenarnya sudah ada berserakan di sekitar manusia.
Mambu (baunya) Ketundhung (dituju) Gudel (Anak Kerbau). Maknanya, banyak orang berusaha mencari harta sejati itu. Bahkan orang-orang bodoh (diibaratkan gudel) mencari harta itu dengan penuh nafsu ego, korupsi dan keserakahan, tujuanya untuk menemukan kebahagiaan sejati.

Pak empo (bapak ompong) Lera-lere (menengok kanan kiri). Orang-orang bodoh itu mirip orang tua ompong yang sedang kebingungan. Meskipun hartanya melimpah, ternyata itu harta palsu, bukan harta sejati atau kebahagiaan sejati. Mereka kebingungan karena dikuasai oleh hawa nafsu keserakahanya sendiri.
Sopo ngguyu (siapa tertawa) ndhelikake (dia yang menyembunyikan), menggambarkan bahwa barang siapa bijaksana, dialah yang menemukan Tempat Harta Sejati atau kebahagiaan sejati.
Sir (hati nurani) pong dele kopong (kedelai kosong tanpa isi). Artinya di dalam hati nurani yang kosong.

Maknanya bahwa untuk sampai kepada Tempat Harta Sejati (cublak suweng) atau kebahagiaan sejati, orang harus melepaskan diri dari kecintaan terhadap harta duniawi, mengosongkan diri, rendah hati, tidak merendahkan sesama, serta senantiasa memakai rasa dan mengasah tajam Sir-nya hati nuraninya.

Pada dasarnya lagu ini mengajarkan kita untuk tidak melulu menuruti hawa nafsu dalam mencari harta. Dengan tidak dipengaruhi hawa nafsu, hati nurani akan bersih dan tak tersesat.

Ternyata walaupun lagu ini seperti sederhana tetapi ternyata maknanya sangat panjang dan berguna ya teman-teman.

Dikutip dari: Berbagai Sumber.